Sunday, October 9, 2011

Struktur Organisasi

Universitas Negeri Jakarta, 3 Oktober 2011. Di ruang 306 FIP perkuliahan dimulai pada pukul 09.00 WIB, pada pertemuan kelima ini bapak Amril Muhammad, SE., M.Pd selaku dosen manajemen diklat atau pelatihan tidak memberikan materi melainkan membahas pembuatan struktur organisasi sebuah lembaga yang telah saya buat dimata kuliah sebelumnya yaitu mata kuliah manajemen pemasaran dan pendidikan yaitu lembaga pendidikan desain bersifat nonformal.

Setelah sedikit membahas tentang pembuatan struktur organisasi, beliau memberikan kesempatan kita untuk langsung membuat struktur organisasi lembaga tersebut, lalu beliau memaparkan cara bagaimana pembuatan struktur organisasi, apa saja bidang-bidang yang tepat pada lembaga yang kita buat tersebut, serta job description dari bidang-bidang dan pelatihan apa yang akan diberikan kepada pegawai dan karyawan yang bekerja dilembaga tersebut.

Struktur organisasi yang terdapat dilembaga yang saya buat yaitu Kepala Yayasan, Wakil, Sekretaris, Bendahara, TU, dan Bidang-bidang lainnya seperti Bid. Keuangan, Bid. Kesiswaaan, Bid. Sarana dan Prasarana, Bid. Humas serta job descriptions dan pelatihan yang diperuntukan untuk setiap pegawai dan karyawan.

Sebelum dikumpulkan, beliau menyempatkan untuk melihat contoh hasil organisasi yang dibuat mahasiswa/i agar dapat di perbaiki bila ada kesalahan, lalu memberikan lagi kepada mahasiswa/i untuk memperbaiki dan menyelesaikannya kembali, sampai pukul 10.30 mahasiswa/i pun mengumpulkan hasil buatannya tersebut dan mengakhiri perkuliahan hari itu. Sekian reportase yang saya buat, terimakasih.

Dinda Habsyah
1445096075

Thursday, October 6, 2011

Tugas Resume Manajemen Proyek

Konsep manajemen proyek, Proyek memiliki 3 sifat, yang pertama bersifat menunjang tugas rutin contohnya seperti gaji yaitu pengadaan segera yang berarti harus ada (rutin). Kedua, hasilnya berupa sesuatu untuk jangka waktu tertentu. Ketiga, sifatnya bisa kecil, sedang atau besar (proyek).
Peralatan pendukung dari manajemen proyek yaitu, SDM, modal (APBN, pemerintah, masyarakat), bahan, teknologi. Dari ke empat alat pendukung ini berpusat pada perencanaan, pelaksanaan, penyelesaian, dan pengawasan.
Manajemen proyek merupakan suatu usaha untuk merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan, mengkoordinasi, mengawasi sebuah proyek yang sesuai dengan jadwal, anggaran, tujuan, dan dampak (mengolah sumber daya).
Manajemen proyek mencakup pada prediksi ke depan, mempelajari ilmu manajemen, mempelajari sumber daya yang diperlukan, cek kemampuan anggaran, studi kelayakan, dan disiplin ilmu lainnya.
Fase yang paling menentukan dalam perencanaan manajemen proyek yaitu konsep dari suatu kegiatan, jadwal, SDM, teknologi, biaya setiap kegiatan, jaringan komunikasi, rincian tugas, dll.
Suatu proyek mempunyai kurun waktu yang berbeda dalam tersalurkannya biaya, yaitu cepat, normal bahkan bisa sangat lambat dalam prosesnya, selain itu juga harus ada perhitungan biaya tak terduga.
Lingkungan proyek mencakup instansi Pembina, penyedia dana, pemakai produk proyek, rekanan, karyawan, masyarakat, bank, konsultan, lembaga pendidikan, dan pemda.
Dalam suatu program proyek, berbagai proyek bisa mempunyai program yang saling berkaitan.
Salah satu yang menentukan yaitu harus adanya perencanaan sumber daya dimana diharuskan Pemanfaatan berbagai sumberdaya yang ada, hindari Rangkap Jabatan, bentuk Tim Ad hoc, dan siapkan konsep antisipasi.
Selain itu SDM juga harus ada pengorganisasian, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, yaitu Kebutuhan SDM (Kuantitas dan Kualitas), Motivasi Kerja, Suasana Kerja, Koordinasi Kerja antar divisi, karyawan, dan Tim, Pengawasan dan evaluasi kinerja.

Tuesday, May 3, 2011

Tugas Usaha Positioning

Toko Buku dan ATK
"MUDA MUDI BOOKSTORE"

Jenis bisnis yang kami rencanakan adalah toko buku beserta alat tulis kantor dengan konsep lebih bersahabat dan memberikan fasilitas-fasilitas yang dapat membuat nyaman konsumen. Kebanyakan anak muda / pelajar saat ini menghabiskan waktu ditempat yang kurang bermanfaat atau hanya mendatangi tempat-tempat hiburan semata, oleh karena itu kami memilih untuk membuka toko buku ini dengan menawarkan tempat hangout yang fleksibel, dan bermanfaat, ditambah dengan fasilitas-fasilitas yang kami sediakan pasti membuat pengunjung maupun pelanggan merasa nyaman, tentu hadirnya toko buku ini dapat membantu pelajar, mahasiswa bahkan semua orang untuk lebih meluangkan waktunya untuk membaca buku, mengembangkan wawasan, dan belajar secara santai dan situasi yang menyenangkan karena ada pepatah mengatakan Buku adalah Jendela Dunia.

Berikut ini adalah deskripsi mengenai bisnis yang kami rencanakan :
1.      Product Atributes
a.      Qualitas
Bisnis ini berfokus pada penjualan buku baik buku pelajaran, fiksi, nonfiksi, majalah, koran, tabloid, novel, buku terjemahan, maupun buku karya dalam negeri.
b.      Features
Konsumen selain dapat membeli buku dan alat tulis, konsumen pun juga dapat mendapatkan fasilitas tambahan seperti :
·   pembelian sistem on-line, konsumen dapat membuka web muda-mudi bookstore dan melihat koleksi buku yang tersedia serta dapat membeli buku atau alat tulis secara online dan free  ongkos kirim untuk wilayah Jabodetabek.

·     Library, tempat ini disediakan untuk para pengunjung yang ingin membaca koleksi buku yang dimiliki muda-mudi bookstore. Untuk pengunjung dapat membaca buku secara gratis tetapi hanya diperbolehkan membaca buku di perpustakaan dan tidak diperbolehkan untuk dibawa pulang.


·    Cafetaria, pengunjung dan konsumen dapat menikmati makan dan minum yang tersedia pada kantin muda-mudi.

·    harga khusus bagi member MUDA MUDI BOOKSTORE, konsumen secara otomatis dapat menjadi member MUDA MUDI BOOKSTORE dengan cara melakukan pembelanjaan minimal 200.000 produk buku atau produk alat tulis. Member ini secara khusus akan mendapatkan diskon 5% pada setiap kali pembelanjaan.

·   free wifi, pengunjung dapat mengakses internet secara gratis di area bookstore, termasuk di cafetaria dan library muda mudi bookstore.

·         cassier gift, bagi konsumen yang ingin memberikan bingkisan dan tidak mempunyai waktu lebih untuk membuat bingkisan yang menarik, kami menyediakan layanan cassier gift.

2.      Brand
MUDA MUDI BOOKSTORE
Sasaran utama bookstore kami adalah pelajar maupun mahasiswa, serta orang tua yang akan memberikan buku bagi putra putrinya.  Serta sebagai wisata belanja buku bagi kaum muda-mudi.

3.      Packaging
Produk yang dibeli konsumen akan dikemas dengan paper bag dan plastic bag yang ramah lingkungan dan juga pengemasan dalam bentuk bingkisan atau bentuk parcel.

4.      Product Support Service
Muda-mudi book store memberikan  Pembatas buku, sampul buku, dan pelayanan kami dengan baik (keramahan) sebagai pendukung pelayanan jenis usaha ini.

Sunday, April 24, 2011

Positioning dan Marketing MIX dalam Manajemen Pemasaran

# POSITIONING #

Universitas Negeri Jakarta, 20 April 2011. Perkuliahan kali ini akan membahas tentang Positioning yang dijelaskan oleh Dosen Amril Muhammad, SE., M.Pd. Beliau menjelaskan tentang Positioning, positioning ialah bagaimana kita meletakan atau menempatkan jasa atau produk yang ingin dijual sesuai dengan sasaran.

Dalam Positioning terdapat dua aspek, (1) Competitive Advantage, (2) Communicating and Delivering. Yang dimana dalam competitive advantage terdapat empat unsur, yaitu ; product, service, personel, dan image. Sedangkan communicating and delivering merupakan proses menyampaikan barang dari produsen ke konsumen, dan biasanya akhir-akhir ini terjadi kurangnya rasa puas konsumen terhadap pengiriman barang ini, seperti terjadinya perbedaan barang saat memesan dan diterima (online shop), proses pengiriman yang membutuhkan waktu yang lama, dan terjadinya kebohongan atau penipuan yang sering terjadi belakangan ini.

# Marketing MIX #
Didalam marketing mix terdapat empat komponen, (1) produk, yang sudah diketahui direport perkuliahan ini sebelumnya yaitu segala sesuatu (barang atau jasa) yang dapat diperjualbelikan dan yang ditawarkan dipasar. (2) price, (3) place, (4) promotion.

(1)   Produk :
*      > Consumer produk, yaitu barang yang sudah dinikmati sendiri. Contoh : membeli pakaian yang diperuntukan dipakai sendiri.
1.      Convenience, merupakan barang yang dibeli terus menerus seperti manusia membutuhkan makan atau sandang pangan (dibeli terus menerus).
2.      Shopping product, yaitu adanya pemilihan dalam membeli barang (selectif).
3.      Specialty product, yaitu pembelian barang dihari tertentu atau musim tertentu seperti membeli paying disaat musim hujan, membeli kue dan baju muslim saat lebaran idul fitri.
4.      Unsought, yaitu membeli barang dikarnakan ikut-ikutan (trend). Biasanya dilatarbelakangi oleh trik diskon dari penjual.
*      > Industrial produk, barang-barang yang dibeli untuk bisnis atau dijual kembali. Contoh : beli pakaian untuk dijual.


Konsumen biasanya mempunyai alas an dalam membeli barang:

PRODUCT ATTRIBUTES – BRAND – PACKAGING – LABELING – PRODUCT SUPPORT SERVICE
1.      Product Attributes, kelengkapan peralatan maupun produk
#  Qualitas; daya tahan atau durralibity, kehandalan produk, presicion (tampilan > manis, cantik, enak dilihat), easy of operation (kemudahan pengoprasian), repair, dan other value attribute (pemilihan barang sesuai keinginan) seperti membeli sesuai tanggal lahir atau tanggal special.
#   Features
#   Design (sporty, feminine).

2.      Brand, nama itu penting sebagai tanda dan symbol.
#   Brand Equity, memilih merk yang sesuai.
#  Brand Sponsor, dalam brand sponsor ada induknya. Contoh : RCTI – MNC – Global TV, UNILEVER – odol – sabun, dll.
#  CO Brand, merupakan merk bersama, menggunakan merk iternasional untuk memperluas pasar.  Contoh : AQUA (lokal) – DANONE (internasional).

3.      Packaging (container dan wrapper)
4.      Labeling. Contoh : VIRO – AQUA, ODOL – PEPSODENT, TRANSJAKARTA - BUSWAY
5.      Product Support Service. Contoh : membeli handphone ada tempat servicenya dan compatible dengan aplikasi lainnya.

Demikian hasil report perkuliahan manajemen pemasaran jasa pendidikan.

DINDA HABSYAH – 1445096075
MANAJEMEN PENDIDIKAN NONREG 2009

Monday, April 11, 2011

~ 3D DESIGN SCHOOL ~

Di zaman sekarang ini semakin pesatnya teknologi dan pikiran manusia yang semakin kreatif, tentu menimbulkan seseorang untuk berkreasi dalam bidangnya. Apalagi sekarang ini banyak orang-orang yang ingin menciptakan seni-seni yang beda dari biasanya dalam menciptakan sesuatu, tentu saja tidak terlepas dari design.


Design terbagi ke dalam design-design lainnya seperti Design Grafis, Design Interior, Desagin Busana, dan Design Produk.Design grafis pada awalnya diterapkan untuk media-media statis seperti buku, majalah dan brosur.Sejalan dengan perkembangan zaman design grafis juga diterapkan dalam media elektronik yang sering disebut design interaktif atau design multimedia.Design grafis bisa diterapkan menjadi sebuah design lingkungan yang mencakup pengolahan ruang. Design interior adalah merencanakan, menata dan merancang ruang- ruang interior dalam bangunan. 

Tatanan fisik di atas dapat memenuhi kebutuhan dasar kita akan sarana untuk bernaung dan berlindung, menentukan langkah sekaligus mengatur bentuk aktifitas kita, memelihara aspirasi kita dan mengekspresikan ide- ide yang mneyertai segala tindakan kita. Dalam desain interior, elemen-elemen yang dipilh dan ditata menjadi pola tiga dimensi sesuai dengan garis- garis besar fungsi, estetika dan perilakunya. Design busana merupakan pengetahuan dasar bagi seorang calon designer. Design tidak hanya sekedar gambar saja tetapi dengan design seseorang dapat membuat pakaian mulai dari mengambil ukuran, membuat pola, pecah pola, menggunting sampai menjahit pakaian dengan kata lain desain merupakan pedoman seseorang dalam mewujudkan pakaian ke bentuk sebenarnya. Oleh karena itu desain busana mempunyai peran penting dalam pembuatan busana atau pakaian.

Sunday, March 20, 2011

Menganalisis Lingkungan Organisasi Pendidikan


Rabu, 16 Maret 2009 – 13. 05 WIB. Seperti biasa kita bertemu lagi ditempat, diwaktu, dan dosen yang sama yaitu Bapak Amril Muhammad, SE., M.pd. pada pekuliahan kali ini akan membahas tentang lingkungan organisasi pendidikan. Dimana arti lingkungan pemasaran itu sendiri adalah pelaku dan kekuatan diluar pemasaran yang berdampak pada kemampuan mengelola pemasaran untuk mengembangkan dan menjaga transaksi dengan pelanggan bisa berlangsung dengan lancar.

Lingkungan pemasaran dibagi dua bagian yaitu yang pertama lingkungan internal dan kedua lingkungan eksternal. Lingkungan internal membicarakan atau membahas tentang; (1) Manusia (people), dimana berkaitan dengan kompetensi yang dimiliki oleh orang yang memiliki pekerjaan atau bekerja, lalu placement yaitu penempatan seseorang dengan kesesuaian latarbelakang dengan pekerjaan yang akan diembannya, selain itu harus mempunyai karakteristik kepribadian agar hasil yang optimal, dan terakhir yaitu membicarakan tentang kepastian adanya kenaikan jabatan atau promotion. (2) Kebijakan (police), didalam kebijakan ini lebih membicarakan tentang visi dan misi yang dicapai dan tampak pada target apa yang ingin dicapai dari aktivitas yang dilakukan, lalu aturan yang digunakan oleh instansi tersebut dan yang perlu diketahui disetiap instansi atau organisasi pasti memiliki aturan yang berbeda. (3) Kepemimpinan (leadership), semua yang dilakukan harus berpusat kepada kepemimpinan dan harus menentukan kepemimpinan mana yang diambil, disini banyak contoh type kepemimpinan yaitu otoriter, moderat, lepas tangan, task oriented, dan people oriented. (4) Reward system, reward itu merupakan pemberian penghargaan kepada karyawan yang berkompenten dalam pekerjaannya, reward diberikan dalam bentuk materi (tunjangan) maupun non material (pujian). (5) Kebudayaan (culture), kebudayaan merupakan value yaitu nilai-nilai yang dianut atau digunakan dalam suatu daerah atau tempat, nilai-nilai tergambar dari apa yang terlihat atau tampak.

Lingkungan internal disebut juga mikro environment, yang memiliki komponen :
1.      Supplyer, supplyer merupakan tempat dimana kita memperoleh apa yang kita butuhkan (pemesanan), apabila kita mempunyai usaha kita bisa memesan barang dagangan kita lewat supplyer, bisa dari dalam maupun luar kota.
2.      Market channel form, dimana kita tidak bisa memesan langsung kepada tempat yang dituju melainkan memesan melalui perantara.
3.      Customers (pelanggan).
4.      Pesaing, apabila usaha tempat makan berada ditempat yang sama dan bisa menimbulkan persaingan. Contoh : MCD dan KFC.
5.      Masyarakat.
Setelah kita membahas tentang lingkungan internal diatas, sekarang akan kita bahas tentang lingkungan eksternal, didalam lingkungan eksternal ini juga terdapat beberapa point-point penting yaitu; (1) Demografi, berkaitan dengan banyak sedikitnya orang yang tinggal disuatu tempat, kepadatan penduduk, lokasi tempat tinggal, usia, gender, ras, dan pekerjaan. (2) Economic environment, lingkungan ekonomi ini berkaitan dengan daya beli masyarakat. (3) Natural environment, sebutan lainnya yaitu lingkungan alam, dimana suatu perusahaah atau organisasi memanfaatkan hasil alam sebagai usahanya. (4) Technologi, kecanggihan yang dimiliki oleh organisasi atau tempat pelayanan jasa seperti sekolah yang sudah canggih dalam melaksanakan KBM, maupun tempat lainnya. (5) Political environment, contoh : kerusuhan. (6) Culture environment, seperti pembangunan tempat pelayanan jasa yang tidak sesuai, contoh pembangunan gereja dilingkungan muslim.

Dinda Habsyah
1445096075 

Monday, March 7, 2011

todaay

alhamdulillah, hari ini umur gue bertambah jadi 19.. agak tua sedikit.

Sunday, March 6, 2011

Konsep Dasar Jasa

Jasa merupakan suatu aktivitas atau serangkaian kegiatan dimana terjadi interaksi dengan manusia maupun mesin yang disediakan untuk memuaskan pelanggan.
Dari pengertian jasa diatas dikatakan interaksi dengan manusia dan mesin dapat digambarkan seperti berikut, apabila seorang pelanggan menggunakan jasa teller bank, karena langsung berinteraksi dengan manusia, sedangkan berinteraksi dengan mesin apabila pelanggan mengunakan jasa ATM, hal tersebut yang dikatakan berinteraksi dengan manusia dan mesin.

Banyak contoh-contoh pelayanan jasa yang tersedia disetiap bidang, seperti salah satu contoh jasa yang biasa digunakan pengguna jalan tol, mereka biasanya menggunakan jasa pembayaran lewat kartu untuk mempermudah pembayaran jalan tol yang apabila memakai uang cash akan menyebabkan kurang praktisnya pembayaran yang bisa menimbulkan macet dijalan tol. Penyedia layanan jasa ini salah satu contoh yang sangat memperhatikan kepuasan pelanggan. (contoh : etollcard)

Kepuasan pelanggan dalam memperoleh layanan jasa berbeda-beda yaitu tergantung keinginan dan kebutuhan pelanggan. Disini produsen harus memperhatikan kepuasan pelanggan yang mengunakan layanan jasanya, tidak semata-mata hanya memperhatikan jasa apa yang produsen sediakan.

Kemasan dalam pelayanan jasa juga sangat penting. Seperti penyediaan jasa pendidikan, apabila didalam pelayanan pendidikan sudah mempunyai sistem yang bagus tapi tidak didukung oleh kemasan atau pengelolaan tempat yang kurang baik, itu sangat mempengaruhi minat pelanggan. Jadi pelayanan jasa pendidikan harus memperhatikan banyak aspek dalam memberikan layanan jasa yang didapat pelanggan. Seorang produsen harus pandai memilih segmen.

Jasa bersifat abstrak, terasa setelah dirasakannya. Sedapat mungkin jasa harus didukung dengan tambahan-tambahan lain agar dapat membantu terciptanya layanan jasa yang baik. Contoh fisik seperti sebuah kampus yang bagus harus mempunyai AC. Contoh humman seperti Brand Ambasador yaitu bintang dalam sebuah produk, aspek prestasi, kualitas bintang tersebut, sangat mempengaruhi minat pelanggan dari sebuah produk yang ditawarkan.

Didalam sebuah jasa, kualitas juga sangat mempengaruhi interaksi antara konsumen dan produsen. Dengan kata lain, pelayanan jasa harus seimbang antara hasil yang diperoleh dari jasa dengan kualitas pelayanan jasa tersebut. Contohnya seperti sebuah Universitas yang harus memperhatikan kualitas lulusannya tersebut, agar apabila lulusan tersebut sudah terjun ke lapangan mereka dapat bekerja sesuai dengan apa yang diharapkan. Istilahnya menciptakan lulusan yang berkualitas.

Dalam membuka sebuah Bisnis produsen harus memperhatikan faktor berikut :
1. Renewing Survive, yaitu memperbaharui jasa yang ditawarkan. Hal yang harus diperhatikan yaitu pertama mensurvei apa yang dibutuhkan konsumen, kedua nilai (klasifikasi). Contoh dari renewing survive ini yaitu pembaharuan kantor pos menjadi bank, lalu kartu kredit menjadi kartu ATM. Jadi bank tidak hanya berperan sebagai tempat menyimpan uang, tapi membuat pembaharuan sesuai kebuatuh manusia (sesuai jaman).
2. Localizing Service Point System, yaitu lokalisasi tempat pelayanan, mempromosikan jasa (lewat koran atau brosur) / mempromosikan itu seperti manusia. Contohnya seperti pelayanan ATM 24 jam dan delivery service.
3. Leverage Life Contrac, yaitu (kesepakatan) apa yang akan didapatkan (tujuan). Contohnya kartu member dari sebuah perusahaan (ALFA, MATAHARI)
4. Power of Information, yaitu bagaimana menggunakan kekuatan informasi, dalam menggunakan kekuatan informasi harus hati-hati dengan respon karena bisa jadi ancama atau peluang.
5. Strategic Value, yaitu nilai-nilai strategis apa yang bisa menyakinkan orang lain. Pertama harus mengetahui segmen, kedua seberapa besar kekuatan marketing, dan ketiga kemungkinan orang (pelanggan) pindah ke lain hati.

Sunday, February 27, 2011

Manajemen Pemasaran dan Jasa Pendidikan (resume)

Konsep Dasar Manajemen Pemasaran



Inti dari pemasaran adalah sebuah komunikasi, dimana adanya informasi atas barang dan jasa. Pasar merupakan salah satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan sosial dan infrastruktur dimana usaha menjual barang, jasa dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang, diawali antara pembeli yang membutuhkan barang maupun jasa sehingga terciptanya penjual atau produsen yang dengan sengaja mengadakan dan menciptakan barang dan jasa tersebut untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Arti dari pemasaran atau marketing itu sendiri adalah suatu proses sosial dan manajerial yang dilakukan oleh individu atau kelompok untuk menemukan apa yang diinginkan dan dibutuhkan melalui pertukaran (uang dan barang).

Didalam pasar terdapat demand (permintaan) -> sebuah barang yang diminta pada suatu harga dan waktu tertentu (permintaan) dan supply (penawaran) -> sejumlah barang yang ditawarkan pada suatu harga dan waktu tertentu, adapun istilah ceteris paribus, “dimana harga semakin murah maka permintaan atau pembeli akan semakin banyak dan sebaliknya. Jika harga semakin rendah/murah maka penawaran akan semakin sedikit dan sebaliknya”.

suatu hal yang sangat pokok sehingga apabila tidak dilakukan akan mendapatkan dampak bagi seseorang disebut dengan kebutuhan, jadi sebuah kebutuhan dapat bahkan harus terpenuhi dengan baik. Berbeda dengan sebuah keinginan, keinginan merupakan kehendak seseorang terhadap kebutuhan-kebutuhannya. Kebutuhan dan keinginan saling berkesinambungan, tetapi sebuah kebutuhan harus lebih didahului dibandingkan dengan sebuah keinginan seperti makan (makan merupakan kebutuhan primer yang harus sangat terpenuhi oleh manusia).

Seorang pembeli atau konsumen pasti membutuhkan barang dan jasa, disini terdapat syarat dari sebuah produk yaitu pertama dapat dilihat (see), digunakan (use), dan dikonsumsi (consummsion), memuaskan pembeli atau konsumen, etc. Sebuah jasa dipengaruhi oleh produsen dan konsumen, dapat dibilang terdapat kesepakatan dan nilai (value) antara keduanya yang membuat sangat mempengaruhi terciptanya sebuah jasa. Jasa berbentuk abstrak (tidak dapat dilihat), dipandang melalui pelayanannya atau service yang memuaskan pembeli atau konsumen, lalu jasa bersifat “dibeli baru diproduksi” jadi jasa tercipta setelah adanya kebutuhan maupun keinginan.

Terdapat 5 filosofi marketing, pertama production concept, konsep pemasaran yang menggunakan teknik dengan produksi yang sebanyak-banyaknya serta tempat yang memproduksi. kedua production, produksi yang menggunakan teknik pemasaran dengan mempercantik kemasan dari produk tersebut agar terlihat lebih menarik. ketiga seeling concept, konsep pemasaran yang menggunakan teknik menjual dengan skala yang lebih besar. keempat marketing concept, konsep pemasaran yang menggunakan teknik memasarkan barang dengan tanpa membawa produknya (kepuasan). terakhir social marketing, konsep pemasaran yang menggunakan teknik pemasaran menguntungkan yang dirasakan semua aspeknya.

Dinda Habsyah
MP NR 2009

Saturday, February 5, 2011

Pengantar Manajemen Pendidikan

Manajemen Pendidikan adalah Pengaturan segenap sumber yang terlibat dalam proses upaya perwujudan kompetensi (peserta didik) sebagai lulusan yang diharapkan.

Fungsi dalam manajemen pendidikan terbagi atas 4 fungsi, yaitu ;
• Perencanaan (planning), Suatu aktivitas untuk menetapkan tujuan, sumber, dan cara.
• Pengorganisasian (organising), Menugaskan atau menugaskan individu kelompok untuk melaksanakan tugas, fungsi, dan wewenang tanggung jawab secara benar dalam rangka menjalankan tugas dan tanggung jawab.
• Kepemimpinan (leadership), yaitu suatu proses memberikan pengaruh kepada orang lain dalam sebuah aktivitas untuk mencapai sebuah tujuan yang diharapkan. 
• Pengawasan (controling), yaitu proses memastikan apakah aturan yang ditetapkan berjalan atau tidak, dan apabila tidak dilaksanakan akan diberi sanksi.


Pendidikan harus dimanaje ? Agar pendidikan tersebut teratur dan terarah, karena apabila tidak dimanaje tidak dapat tercapai secara maksimal dan dapat dikhawatirkan aktivitas dalam lembaga pendidikan tersebut tidak dapat dikendalikan (tidak teratur, tidak seimbang, dan tidak selaras).

Peran manajerial dalam pendidikan !
Dalam sebuah lembaga pendidikan diperlukan sebuah peran manajerial, yang diantaranya adalah sebagai berikut :
• Memfungsikan dan mendukung personil dalam lembaga pendidikan agar terjadi kedudukan yang saling melengkapi
• Aktivitasnya mengendalikan agar terjadi keteratuan, keseimbangan, dan keselarasan
• Mengatur seluruh kegiatan pendidikan dalam pencapaian tujuan.